“Sesungguhanya Aku Dekat!”

Bismillah.

Ikuti khutbah jumaat oleh Sh Nouman Ali Khan sebentar tadi di Masjid Bulat @ Tun Abdul Aziz, Seksyen 14, Petaling Jaya membahaskan ayat ke-186 dari Surah al-Baqarah. Link: http://new.livestream.com/accounts/923873/events/3107269

Image

Antara point menarik:

1. Allah ‘Azza Wa Jalla menyebut, “Apabila hambaKu bertanya tentangKu, sesungguhnya Aku dekat” dan bukan “Jika hambaKu bertanya tentangKu, sesungguhnya Aku dekat”, membawa erti Allah inginkan hambaNya mendekatkan diri kepadaNya. Penggunaan “jika” mengadungi unsur keraguan atau kemungkinan orang itu tidak membuat apa yang diharapkan.

Ia seperti seorang ibu berkata “Apabila anak aku balik, pasti aku gembira”. Kalau si ibu berkata, “kalau anak aku balik, pasti aku gembira”, bererti dia ada ragu2 sama ada anaknya akan balik ataupun tidak.

2. Allah menyebut “Aku” dalam Quran dalam dua keadaan, sama ada dalam keadaan sangat marah atau sangat sayang. Allah mengatakan dalam ayat ini, “sesungguhnya Aku dekat” dan bukannya “Sesungguhnya Allah itu dekat”, membawa maksud betapa kasihnya Allah dalam memberitahu dekatnya Dia dengan kita.

3. Allah mengatakan lagi, “Aku sendiri yang akan menjawabnya…” walaupun mereka bertanya kepada Nabi Muhammad seperti dalam bahagian sebelumnya.

4. Allah menggunakan perkataan “اجيب” yang membawa maksud “Aku pasti menjawab” berbanding “استجيب” yang bermaksud mungkin jawab, mungkin tidak jawab.

5. Allah pasti menjawab atau perkenankan permohonan orang yang berdoa kepadaNya, dengan syarat orang itu beriman. Dalam erti kata lain, two ways agreement. Dua2 pihak ada give and take. Manusia beriman kepada Allah dan menyembahNya, Allah memberikan mereka perkenan doa dan hajat mereka.

6. Apabila kita merasai Allah dekat dengan kita, kita pasti akan menjadi lebih baik. Buktinya, kalau seorang anak bersama kawan-kawannya, berborak sakan sehingga tak jaga akhlak dan adab, tetiba si anak nampak ayahnya lalu di tempat lepak tu, terus dia berubah kelakuan sehingga berlalu pergi si ayah tu. Begitu juga seorang pekerja yang berubah kelakuan menjadi baik tatkala nampak kelibat bosnya, kembali berbuat ‘jahat’ selepas perginya si bos berkenaan.

Subhanallah. Barakallahu fina. Moga Allah redha.
#AkuDanRamadan

Bagi komen sikit...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: